Tanggal 14 Mei 2018 pukul 09.00 Wib bertempat di Ruang Rapat Pengadilan Agama Mojokerto berlangsung acara sosialisasi penanggulangan bencana kebakaran.  Acara sosialisasi di ikuti oleh pegawai Pengadilan Agama Mojokerto dan kegiatan ini bertujuan :

  1. Memberikan teori dasar pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran
  2. Mengidentifikasi sumber-sumber kebakaran, tanggap darurat dan penangannya
  3. Melaksanakan pemadaman kebakaran dengan menggunakan prinsip pemadaman api
  4. Mengidentifikasi alat pemadam berdasarkan sumber kebakaran
  5. Mampu menggunakan alat-alat pemadam kebakaran khususnya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara tepat dan benar untuk untuk menanggulangi kebakaran dalam skala kecil.
  6. Dan mengetahui kapan harus menghubungi petugas Pemadam Kebakaran.

Setelah sosialisasi dilanjutkan dengan simulasi pemadam kebakaran yang bertempat di halaman depan (parkir) kantor Pengadilan Agama Mojokerto oleh tim Badan Pemadam Kebakaran Kota Mojokerto dan para Pegawai Pengadilan Agama Mojokerto.

Informasi mengenai jenis APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang tersedia di yaitu :

  1. APAR isi Powder
  2. APAR isi Gas CO2

Selain itu juga dijelaskan mengenai ciri kondisi APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang siap pakai :

  1. Posisi masih tersegel,
  2. Ada Pen Pengaman,
  3. Pada label pengecekan APAR (tanggal pemeriksaan dan kondisi APAR) masih berfungsi,
  4. Jarum barometer tekanan harus berada pada area hijau dengan tekanan sampai 17 bar (kecuali APAR dengan media Karbon Dioxide yang tidak memiliki barometer penunjuk tekanan isi APAR).

Cara penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)  yang tepat dan benar dengan langkah :

  1. Buka segel dengan cara memutar pinnya
  2. Tarik pin APAR
  3. Ambil posisi tidak melawan arah angin. Cara mengetahui arah angin, perhatikan asapnya, jangan berdiri dengan posisi menantang asap. Posisi berdiri sekitar 1,5 m- 3 meter dari api
  4. Angkat APAR, arahkan moncong selang ke arah api
  5. Semprot api dengan cara menekan tuas pada alat pemadam

Cara memadamkan api dengan karung goni basah:

  1. Pada saat memadamkan api menggunakan karung goni basah, Anda harus memperhatikan tips berikut untuk menghindari diri Anda ikut terkena api.
  2. Celupkan karung goni ke dalam air, pastikan karung goni tersebut basah menyeluruh. Peganglah karung goni di samping Anda sehingga tidak menutupi pandangan dan berjalanlah ke sumber kebakaran mengikuti arah angin.
  3. Pegang karung goni tersebut ke hadapan benda yang terbakar dengan posisi Anda tidak melawan arah angin untuk menghindari api menyambar Anda. Berlindunglah di balik karung.
  4. Berdirilah dengan posis kuda-kuda dan tutupi benda yang terbakar dengan karung goni basah, jangan melemparnya.
  5. Setelah tertutup dengan karung goni tersebut, usap-usap benda yang terbakar tersebut untuk mempercepat sentuhannya dengan air yang terkandung di karung goni.
  6. Angkat karung goni tersebut dengan tangan yang tertutup karung dan posisi yang sama pada saat hendak meletakkan karung goni sebelumnya. Tetap pastikan bahwa diri Anda terlindungi dengan cara memegang karung goni tersebut sebagai tameng api.

Diharapkan dengan mengikuti kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan tentang bagaimana harus bertindak ketika terjadi kebakaran baik dalam skala kecil maupun skala yang lebih besar.